Showing posts with label mesin perikanan. Show all posts
Showing posts with label mesin perikanan. Show all posts

Wednesday, March 16, 2016

Motor Diesel Sebagai Penggerak Kapal

Saat іnі penggunaan motor untuk penggerak kapal perikanan didominasi оlеh motor diesel. hal іnі dikarenakan mesin diesel mempunyai daya tahan уаng lebih baik dan harganya уаng lebih murah.

Mesin kapal
Bеbеrара keuntungan penggunaan motor diesel
Penggunaan motor diesel lebih menguntungkan dibanding dеngаn motor bensin, karena :

Mantap dan terpercaya pada saat beroperasi.
Tenaganya lebih besar untuk ѕеtіар kilo. Berat mesin.
Konsumsi BBM star sedikit.
Penyimpanan BBM star lebih aman.
Momen puntirnya (torque) lebih tinggi.
Perawatannya mudah dan lebih murah biayanya.

Jіkа menggunakan BBM star уаng bersih, motor diesel dараt dioperasikan secara terus menerus dеngаn aman. Nilai kalor BBM star lebih tinggi daripada BBM bensin.

Kemampuan motor diesel
Dеngаn perbandingan kompresi (compression ratio) уаng tinggi, serta tekanan kompresi уаng tinggi Botswana monetary unit, dan pengabutan BBM star уаng baik dan tepat pada saatnya, pembakaran BBM star dan udara segar dараt lebih sempurna, sehingga dayaguna (rendemen) mekaniknya tinggi. Disamping іtu gas bekas motor diesel tіdаk berbahaya bagi makluk hidup. Motor bensin, umumnya putaran poros engkolnya tinggi (hight speed engine), sehingga momen puntirnya (torque) rendah. Sеdаngkаn motor diesel umumnya putaran poros engkolnya rendah (disbanding dеngаn motor bensin), sehingga momen puntirnya tinggi, untuk tenaga (HP) уаng ѕаmа dеngаn motor bensin.

Motor diesel ѕеbаgаі mesin penggerak kapal (marine engine).
Motor penggerak kapal umumnya disebut dеngаn MARINE ENGINE, disebut dеmіkіаn karena motor іnі dibuat оlеh pabriknya secara khusus untuk digunakan ѕеbаgаі penggerak utama (mesin pokok) kapal. Motor іnі dibuat dalam konstruksi уаng ѕudаh disesuaikan dеngаn lingkungan kapal.

Pada umumnya motor penggerak kapal dilengkapi dеngаn :
1. Kopling (marine gear/gear box) уаng berfungsi ѕеbаgаі :
Pemutus hubungan аntаrа putaran mesin dеngаn poros baling-baling.
Penghubung putaran mesin dеngаn poros baling-baling.
Pembalik arah putaran poros baling-baling agar kapal dараt bergerak maju atau mundur.
Reductor (mereduksi) putaran mesin untuk keseimbangan torsi (torque) mesin dеngаn baling-baling.
2. Rangka mesin уаng kuat, sehingga mampu menerima dan menyalurkan gaya dorong dаrі baling-baling kе kapal.
3. Bantalan penahan (thrust bearing), dipasang dі poros utama kopling, уаng berfungsi untuk :
Mendukung poros utama kopling dan poros baling-baling.
Menahan gaya dorong dаrі baling-baling dan meneruskannya kе badan kopling, sehingga gaya dorong іnі tіdаk merusak komponen-komponen mesin уаng bergarak.
4. Komponen-komponen mesin уаng tahan terhadap air laut, tеrutаmа pada bagian-bagian уаng berhubungan dеngаn sistem pendinginan mesin.

Dalam proses kerjanya motor diesel menggerakan baling-baling dеngаn transmisi kopling dan poros baling-baling, baling-baling berputar menghasilkan gaya dorong maju atau mundur, tergantung putaran baling-baling. Gaya dorong уаng dibangkitkan оlеh putaran baling-baling dikembalikan lаgі kе badan kopling mеlаluі poros baling-baling dan bearing. Akibatnya badan kopling/motor аkаn terdorong, karena badan kopling/motor terikat kuat dеngаn kapal mеlаluі engine bed, maka kapalnya аkаn bergerak.


Motor diesel dan sistem poros baling - baling
Sеlаіn іtu mesin penggerak уаng dipasang duduk didalam kapal dilengkapi dеngаn :
1. Poros baling-baling, уаng berfungsi :
Sеbаgаі dudukan baling-baling.
Untuk memindahkan (transmisi) tenaga dаrі motor kе baling-baling.
Untuk memindahkan gaya dorong dаrі baling-baling kе badan kopling lewat bearing.
Untuk menyumbat bantalan tabung, sehingga air dаrі luar kapal tіdаk masuk.
2. Bantalan tabung, berfungsi ѕеbаgаі :
Pendukung poros baling-baling.
Pengatur pelumasan poros baling-baling dan pendukungnya dеngаn air.
3. Baling-baling, berfungsi untuk mengahasilkan gaya dorong maju atau mundur јіkа digerakkan оlеh motor.
4. Daun kemudi berfungsi untuk mengarahkan jalannya kapal.

Sumber : Bahan open  Peleatihan Permesinan Perikanan

Sеmоgа Bermanfaat...

Mesin kapal


Motor diesel dan sistem poros baling - baling

Monday, October 13, 2014

Mengoperasikan Mesin Penggerak Perahu (Motor Tempel)

Berbagai jenis mesin penggerak perahu yang digunakan oleh nelayan dalam melaksanakan usahanya yang saat ini, mulai dari merk mesin hingga variasi daya yang dihasilkan oleh mesin itu sendiri dengan berdasarkan lama waktu penangkapan dan ukuran perahunya.
Salah satu contoh motor tempel perahu
Untuk mengupayakan agar masa pemakaian mesin sesuai dengan masa perbaikan (service) maka dalam pengoperasian adalah factor yang sangat menentukan, namun hal ini tidaklah mudah untuk dilakukan, mengingat kondisi perairan laut terbuka yang setiap saat menjalani perubahan tekanan udara berpengaruh pada gelombang.

Sehingga sangatlah bermanfat apabila beberapa aturan pengoperasian  mesin itu sendiri menggunakan nilai patokan yang standard.

Pemasangan Motor Tempel di Perahu/Kapal
Pemasangan motor tempel harus tepat di tengah  buritan perahu, sehingga perahu tidak miring ke kiri atau ke kanan oleh beratnya motor tempel.
1. Tinggi plat kavitasi dari garis lunas 0 – 2.5 cm













2. Kedudukan motor harus tegak lurus terhadap garis lunas













3. Untuk mencegah motor tempel jatuh ke laut saat dioperasikan clem harus dikencangkan sebaik-baiknya.


Persiapan Bahan Bakar
Bahan bakar yang digunakan adalah bensin dan oli, keduanya di campur minyak pelumas dengan perbandingan 50 : 1 (2%).










Menghidupkan Motor






































Running In
  • Saat running ini pada 10 menit pertama motor dioperasikan pada putaran motor serendah-rendahnya.
  • Katup gas dibuka setengah, motor bekerja setengah kecepatan selama 30 menit
  • Lanjutkan dengan ¾ katup gas atau ¾ kecepatan selama 1 jam
  • Pada 8 jam berikutnya motor dioperasikan full. Tetapi tidak boleh lebih dari 5 menit, setelah itu motor boleh dioperasikan secara normal.
Mengoperasikan Handel Porsneling












Berlayar Pada Air Dangkal







Mematikan Motor















Untuk menjamin agar muatan menghasilkan daya yang maksimum setelah dipasang pada perahu, maka jarak dan posisi harus dapat diperhitungkan secara tepat. Begitu juga pada masa percobaan atau sesudah masa percobaan menggunakan bahan bakar yaitu campuran bensin dan oli harus diperhatikan yaitu : pada masa percobaan 25 liter bensin di campur dengan 1 liter oli, tetapi setelah masa percobaan maka perbandingannya adalah 50 liter bensin bensin dicampur dengan 1 liter air.


Sumber : Modul Peremesinan Perikanan, BPPP Tegal

Semoga Bermanfaat...


Wednesday, September 24, 2014

Permesinan Perikanan

Dalam pengertian yang sederhana, permesinan perikanan dapat diartikan sebagai alat/mesin yang digunakan untuk mendukung usaha penangkapan ikan/udang maupun usaha budidaya ikan/udang di kolam/tambak serta usaha pengolahan hasil perikanan.

Untuk itu permesinan perikanan dapat dikelompokan dalam :
1. Mesin Penggerak Mula (Prime Mover). Yang termasuk mesin penggerak mula adalah :
  • Motor bakar, dimana energi hasil pembakaran BBM didalam silinder motor itu sendiri diubah menjadi tenaga mekanik berujud putaran oleh poros engkol.
    Motor bakar
  • Motor listrik, dimana energi listrik diubah menjadi tenaga mekanik (berujud putaran).
    Motor Listrik
  • Turbin uap, dimana uap dari air yang dipanaskan oleh api menggunakan bahan bakar padat (kayu atau batubara) digunakan untuk menggerakkan sudu-sudu turbin, sehingga menghasilkan tenaga mekanik berujud putaran pada poros turbin.
    Turbin Uap
  • Turbin gas, dimana gas dari hasil pembakaran BBM digunakan untuk menggerakkan sudu-sudu turbin, sehingga menghasilkan tenaga mekanik berujud putaran pada poros turbin gas.
    Turbin Gas
  • Mesin uap bertorak, dimana uap dari air yang dipanaskan oleh api menggunakan bahan bakar padat (kayu atau batubara) digunakan untuk menggerakkan torak dalam silinder mesin uap, gerak maju mundur dari torak ini kemudian diubah menjadi gerak putar oleh poros mesin uap.
    Penampang mesin uap torak
Dari beberapa jenis mesin penggerak mula ini, yang paling banyak digunakan dalam dunia perikanan adalah motor bakar dan motor listrik, mengingat :
  • Kebutuhan tenaga yang diperlukan masih relatif sangat kecil.
  • Bentuk motor bakar maupun motor listrik yang kompak, dan bobotnya yang relatif ringan.
  • Mudah untuk mengoperasikan.
  • Biaya perawatan maupun pengoperasiannya murah.
2. Kelistrikan Perikanan, yang terdiri dari :
    a. Listrik Arus Kuat atau AC = Alternating Curent, perlengkapannya meliputi :
  • Mesin pembangkit tenaga listrik, yang umumnya disebut generator set atau genset, yang terdiri generator atau alternator dan mesin penggeraknya motor bakar.
  • Instalasi listrik untuk penerangan.
  • Instalasi listrik tenaga, instalasi listrik yang berkaitan dengan motor listrik.
    b. Listrik Arus Lemah atau DC = Direct Curent, dikapal penangkap ikan digunakan sebagai catu daya (power supply) :
  • Peralatan komunikasi.
  • Peralatan kontrol, umumnya engine control.
  • Peralatan navigasi (misalnya radar).
  • Peralatan bantu penangkapan (fish finder, sonar)
3. Mesin Pendingin
Digunakan untuk mempertahankan mutu hasil perikanan, mesin pendingin yang umum digunakan adalah :
  • Cold Storage adalah suatu fasilitas yang sering digunakan dalam penyimpanan bahan-bahan hasil pertanian, perikanan, peternakan dan industry. Dengan mendinginkan suhu suatu bahan atau produk, maka aktifitas enzim atau mikroba yang berada didalamnya akan berkurang. Sehingga kerusakan atau penurunan mutu dapat dihambat. 
    Cold storage
  • Cool Room adalah gudang berpendingin ( Tidak untuk menurunkan suhu produk )
    Cool room

4. Pesawat Bantu, yang terdiri dari :
  • Pompa-pompa cairan, berguna untuk memindahkan cairan dari satu tempat ke tempat lain, diantaranya adalah : air, bahan bakar minyak, dan minyak pelumas.
    Pompa air
  • Mesin jangkar, yang berguna menurunkan dan mengangkat jangkar.
    Mesin Jangkar
  • Mesin kemudi, yang berfungsi untuk mengemudikan kapal pada waktu berlayar.
  • Power block adalah peralatan untuk menarik jaring purse seine.
    Power block pada kapal purse seine
  • Line houler adalah peralatan untuk menarik tali utama dalam kegiatan penangkapan ikan dengan long line.
    Line houler
  • Winch trawl adalah untuk menarik jaring pukat harimau.
    Winch trawl
5. Mesin-mesin pengolah hasil perikanan, yang terdiri dari :
  • Mesin pemisah daging dengan tulang/duri ikan.
    Meat bone separator
  • Mesin untuk pengalengan ikan.
    Mesin pengalengan ikan
  • Mesin pengasapan ikan.
    Mesin pengasapan ikan
  • Boiler, untuk mengolah ikan dengan hasil ikan duri lunak.
    Panci presto/boiler
Semoga bermanfaat...

Tuesday, September 16, 2014

Mengenal Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) telah mampu membuktikan eksistensinya dalam perekonomian di Indonesia. Ketika badai krisis moneter melanda Indonesia di tahun 1998, banyak investor dan pengusaha besar yang mengalihkan modalnya ke negara-negara lain, sehingga perekonomian Indonesia dikala itu semakin terpuruk. Usaha kecil dan sektor riil mampu bertahan dan menopang roda perekonomian bangsa Indonesia. Undang-undang yang mengatur tentang seluk-beluk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) adalah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008. Dalam undang-undang tersebut dijelaskan bahwa sebuah perusahaan yang digolongkan sebagai UMKM adalah perusahaan kecil yang dimiliki dan dikelola oleh seseorang atau dimiliki oleh sekelompok kecil orang dengan jumlah kekayaan dan pendapatan tertentu.
Usaha Mikro Kecil dan Menengah Produk Perikanan
USAHA MIKRO
Usaha Mikro sebagaimana dimaksud menurut Keputusan Menteri Keuangan No. 40/KMK.06/2003 tanggal 29 Januari 2003, yaitu usaha produktif milik keluarga atau perorangan Warga Negara Indonesia dan memiliki hasil penjualan paling banyak Rp. 100.000.000,- per tahun. Usaha mikro dapat mengajukan kredit kepada bank paling banyak Rp.50.000.000,-.

Ciri - Ciri Usaha Mikro
  1. Jenis barang/komoditi usahanya tidak selalu tetap, sewaktu-waktu dapat berganti; 
  2. Tempat usahanya tidak selalu menetap, sewaktu-waktu dapat pindah tempat; 
  3. Belum melakukan administrasi keuangan yang sederhana sekalipun, dan tidak memisahkan keuangan keluarga dengan keuangan usaha; 
  4. Sumber daya manusianya (pengusahanya) belum memiliki jiwa wirausaha yang memadai; 
  5. Tingkat pendidikan rata-rata relatif sangat rendah; 
  6. Umumnya belum akses kepada perbankan, namun sebagian dari mereka sudah akses ke lembaga keuangan non bank; 
  7. Umumnya tidak memiliki izin usaha atau persyaratan legalitas lainnya termasuk NPWP;
Usaha  mikro dilihat dari kepentingan perbankan
Usaha mikro adalah suatu segmen pasar yang cukup potensial untuk dilayani dalam upaya meningkatkan fungsi intermediasi-nya karena usaha mikro mempunyai karakteristik positif dan unik yang tidak selalu dimiliki oleh usaha non mikro, antara lain:

  1. Perputaran usaha (turn over) cukup tinggi, kemampuannya menyerap dana yang mahal dan dalam situasi krisis ekonomi kegiatan usaha masih tetap berjalan bahkan terus berkembang; 
  2. Tidak sensitive terhadap suku bunga; 
  3. Tetap berkembang walau dalam situasi krisis ekonomi dan moneter; dan
  4. Pada umumnya berkarakter jujur, ulet, lugu dan dapat menerima bimbingan asal dilakukan dengan pendekatan yang tepat.
Usaha mikro sering digambarkan sebagai kelompok yang kemampuan permodalan usahanya rendah. Rendahnya akses UMKM terhadap lembaga keuangan formal, sehingga sampai dengan akhir tahun 2007 hanya 12 % UMKM akses terhadap kredit bank karena :
  1. Produk bank tidak sesuai dengan kebutuhan dan kondisi UMKM;
  2. Adanya anggapan berlebihan terhadap besarnya resiko kredit UMKM;
  3. Biaya transaksi kredit UMKM relatif tinggi;
  4. Persyaratan bank teknis kurang dipenuhi (agunan, proposal);
  5. Terbatasnya akses UMKM terhadap pembiayaan equity;
  6. Monitoring dan koleksi kredit UMKM tidak efisien;
  7. Bantuan teknis belum efektif dan masih harus disediakan oleh bank sendiri sehingga biaya pelayanan UMKM mahal;
  8. Bank pada umumnya belum terbiasa dengan pembiayaan kepada UMKM.
USAHA KECIL
Usaha Kecil sebagaimana dimaksud Undang-undang No.9 Tahun 1995 adalah usaha produktif yang berskala kecil dan memenuhi kriteria kekayaan bersih paling banyak Rp.200.000.000,- tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha atau memiliki hasil penjualan paling banyak Rp.1.000.000.000,- per tahun serta dapat menerima kredit dari bank maksimal di atas Rp.50.000.000,- sampai dengan Rp.500.000.000,-


Ciri - Ciri Usaha Kecil 
  1. Jenis barang/komoditi yang diusahakan umumnya sudah tetap tidak gampang berubah; 
  2. Lokasi/tempat usaha umumnya sudah menetap tidak berpindah-pindah; 
  3. Pada umumnya sudah melakukan administrasi keuangan walau masih sederhana, keuangan perusahaan sudah mulai dipisahkan dengan keuangan keluarga, sudah membuat neraca usaha; 
  4. Sudah memiliki izin usaha dan persyaratan legalitas lainnya termasuk NPWP; 
  5. Sumberdaya manusia (pengusaha) memiliki pengalaman dalam berwira usaha; 
  6. Sebagian sudah akses ke perbankan dalam hal keperluan modal; 
  7. Sebagian besar belum dapat membuat manajemen usaha dengan baik seperti business planning.
USAHA MENENGAH

Usaha Menengah sebagaimana dimaksud Inpres No.10 tahun 1998 adalah usaha bersifat produktif yang memenuhi kriteria kekayaan usaha bersih lebih besar dari Rp.200.000.000,- sampai dengan paling banyak sebesar Rp.10.000.000.000,- tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha serta dapat menerima kredit dari bank sebesar Rp.500.000.000,- s/d Rp.5.000.000.000,-

Ciri -Ciri Usaha Menengah
  1. Pada umumnya telah memiliki manajemen dan organisasi yang lebih baik, lebih teratur bahkan lebih modern, dengan pembagian tugas yang jelas antara lain, bagian keuangan, bagian pemasaran dan bagian produksi; 
  2. Telah melakukan manajemen keuangan dengan menerapkan sistem akuntansi dengan teratur, sehingga memudahkan untuk auditing dan penilaian atau pemeriksaan termasuk oleh perbankan;
  3. Telah melakukan aturan atau pengelolaan dan organisasi perburuhan, telah ada Jamsostek, pemeliharaan kesehatan dll; 
  4. Sudah memiliki segala persyaratan legalitas antara lain izin tetangga, izin usaha, izin tempat, NPWP, upaya pengelolaan lingkungan dll; 
  5. Sudah akses kepada sumber-sumber pendanaan perbankan; 
  6. Pada umumnya telah memiliki sumber daya manusia yang terlatih dan terdidik. 
Sumber : Kementerian Kelautan dan Perikanan, 2010

Semoga Bermanfaat

Tuesday, June 24, 2014

HENKITA : Solusi Hemat Listrik Pada Usaha Tambak Anda

BPPP TEGAL (20/6) - Tambak Udang Vanamae dengan tingkat teknologi Intensif penggunaan kincir air mutlak diperlukan karena padat tebar udang yang tinggi tentu saja membutuhkan suplai oksigen yang cukup. Permasalahan yang dihadapi tambak intensif adalah beban listrik yang tinggi untuk mengoperasikan kincir tambak yang di  pasaran hampir seluruhnya menggunakan motor listrik 3 phase sehingga harus dilengkapi konverter  yang merubah motor 3 phase menjadi 1 phase.
Kincir tambak
Jaringan PLN yang masuk ke perkampungan tambak tradisional pada umumnya menggunakan 1 phase untuk merubah jadi 3 phase membutuhkan biaya cukup tinggi karena membutuhkan kabel besar dan konsumsi listrik juga besar.

Agus Widiyanto, Widyaiswara BPPP Tegal, telah berinovasi mengubah motor listrik 3 Phase menjadi 1 phase yang diberi nama oleh Kepala BPSDMKP,  Dr. Ir Suseno Sukoyono, pada acara kunjungan kerjanya ke BPPP TEGAL (Sabtu, 14/6).

HENKITA (Hemat Energi Kincir Tambak).  Kincir dengan motor listrik 3 phase memerlukan biaya perhari Rp 55.000, dengan adanya converter HENKITA dapat dihemat menjadi Rp 20.000, per hari per kincir (menghemat 50 s/d 60 persen biaya listrik/ kincir). HENKITA sedang  diuji coba di tambak BUSMETIK (Budidaya Udang Skala Mini Empang Plastik) milik Sekolah Usaha Perikanan Negeri Tegal  dengan luasan tambak 1000 m2 perpetak menggunakan kincir 4 buah . 
HENKITA hasil kreasi salah seorang Widyaiswara BPPP Tegal
Tambak udang BUSMETIK masih dalam uji coba pertama di Tegal  menggunakan padat tebar udang Vanamae 150 ekor per m2 diharapkan dalam 1 petak dapat panen udang Vanamae  1600 kg dalam waktu  90 hari.  Apabila uji coba ini berhasil maka diharapkan geliat tambak udang intensif di kota dan kabupaten Tegal dan sekitarnya  akan bergairah kembali seperti pada tahun 1990 an yang pernah jaya.

Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan Tegal juga akan melatih masyarakat agar  dapat menerapkan budidaya udang dengan system Busmetik yang sekarang telah berhasil dikembangkan oleh Sekolah Tinggi Perikanan Jakarta di Serang Banten, Pemerintah  Kabupaten  Pacitan , SUPM Bone Sulawesi Selatan , SUPM Ladong Aceh, dan SUPM Kota Agung Lampung. Dari hasil uji coba di  5 titik  tersebut menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Uji coba Konverter ini masih harus dievaluasi tingkat keberhasilannya terutama kemampuan supplai oksigen terlarutnya,  Agus Widiyanto bersama tim innovator dari BPPP tegal akan memantau ketersediaan oksigen dengan penerapan Henkita, kalau berhasil maka akan dapat menghemat penggunaan listrik dan mudah diterapkan petambak kecil.
oleh : HERI EDI

Untuk informasi dan pemesanan dapat menghubungi :
AGUS WIDIYANTO, S.St.Pi
081393100473

AAN SUPRIATNA, S.St.Pi
085718435615 / 085223064238 

Tuesday, April 8, 2014

Sistem Kelistrikan Pada Kapal Perikanan

Kelistrikan kapal khususnya untuk kapal perikanan, secara garis besar dapat kita bedakan menjadi dua, yaitu :
  • Kelistrikan arus searah (DC), dan
  • Kelistrikan arus bolak balik (AC)
Untuk kelisitrikan kapal perikanan yang tidak memiliki sumber tegangan listrik sendiri atau biasa disebut dengan Generator, akan menggunakan accu sebagai sumber tegangannya dan kita gunakan istilah “Kelistrikan arus searah”. Pada kelistrikan arus searah terdiri dari :
  • Accu : sebagai penyimpan arus dan sumber tegangan
  • Alternator : sebagai alat pengisi accu
  • Motor stater : sebagai alat penggerak awal mesin
  • Instalasi listrik penerangan, alat-alat pemakai arus

SISTEM KELISTRIKAN ARUS SEARAH (DC)
Sistem hubungan kelistrikan arus searah dapat kita lihat pada Gambar 1. Saat kelistrikan arus searah kita operasikan, maka akan terjadi perubahan data atau tenaga yaitu tenaga listrik menjadi tenaga mekanik ataupun sebaliknya. Dari sumber tegangan accu ke motor starter terjadi perubahan tenaga listrik menjadi tenaga mekanik untuk menggerakan awal mesin. Dari mesin penggerak ke alternator terjadi perubahan tenaga mekanik (untuk memutar alternator) menjadi tenaga listrik untuk mengisi accu. Disamping untuk menggerakan motor starter sebagai penggerak awal mesin, accu juga digunakan untuk instalasi penerangan, atau lampu-lampu navigasi kapal serta dapat juga digunakan untuk catu daya alat-alat navigasi elektronik dan radio komunikasi.

Sebuah generator tetap membutuhkan mesin penggerak (Prime Mover) sehingga secara utuh kita sebut sebagai Generator Set (GEN-SET). Karena untuk menjalankan awal mesin diperlukan motor starter maka accu dan alternator kita perlukan.

SISTEM KELISTRIKAN ARUS BOLAK - BALIK (AC)
Untuk kelistrikan kapal perikanan yang sudah dilengkapi dengan pembangkit listrik atau generator, maka sumber tegangan untuk instalasi penerangan dan alat-alat pemakai tidak lagi mengambil dari accu tetapi mengambil dari generator dan kita gunakan istilah “Kelistrikan Arus Bolak Balik”.

Sistem kelistrikan arus bolak balik terdiri dari :
  • Accu : sebagai penyimpan arus dan sumber tegangan
  • Alternator : sebagai alat pengisi accu hubungan kelistrikan 
  • Motor stater : sebagai alat penggerak awal mesin
  • Generator : sebagai pembangkit listrik arus bolak balik
  • Instalasi listrik penerangan, alat-alat pemakai arus.

Saat kelistrikan arus bolak balik kita operasikan akan terjadi :
  1. Dari accu ke motor starter terjadi perubahan tenaga listrik arus searah menjadi tenaga mekanik untuk menggerakan awal mesin.
  2. Dari penggerak ke alternator terjadi perubahan tenaga mekanik untuk memutar alternator menjadi tenaga listrik arus searah untuk mengisi accu.
  3. Dari mesin penggerak ke generator terjadi perubahan tenaga mekanik untuk memutar generator menjadi tenaga listrik arus bolak balik untuk instalasi penerangan dan alat-alat pemakai arus.


Untuk kapal-kapal yang besar, kedua sistim kelistrikan kita gunakan, dimana untuk kelistrikan arus searah digunakan sebagai instalasi penerangan darurat, pada saat terjadi gangguan atau kerusakan pada generator.

Sumber : Modul kelistrikan kapal perikanan

Semoga Bermanfaat...

Thursday, January 16, 2014

Automatic Feeder : Solusi memberi makan ikan menjadi mudah dan tepat

Faktor yang penting dalam pemeliharaan ikan adalah ketepatan waktu dalam pemberian makan ikan. banyak pembudidaya yang usah mengatur jadwal makan ikan karena terbentur dengan kegiatan lain, sehingga kegiatan pemberian makan ikan menjadi terlambat. Selain ketepatan waktu, ketepatan jumlah pemberian pakan ikan juga mempengaruhi pertumbuhan ikan. Apabila pemberian pakan terlalu banyak maka akan menimbulkan pengendapan sisa makanan yang akan mengakibatkan penurunan kualitas air. Begitu juga apabila pemberian pakan terlalu sedikit, pertumbuhan ikan akan menjadi terlambat.

Dengan melihat kondisi diatas, maka kami membuat alat Automatic Feeder.




SPESIFIKASI MESIN
1. Kapasitas penyimpanan pakan disesuaikan dengan wadah yang diinginkan
2. Jangkauan lemparan sampai 6m2.
Ukuran Pelet
(mm)
Jumlah Pakan (gr/detik)
Jangkauan
(m2)
1
350
2,5
2
260
3,5
3
240
4,5
4
200
4,5
6
200
6

3. Pengaturan waktu pemberian pakan 24 jam.
4. Bahan rangka terbuat dari steinless steel, untuk pelampung terbuat dari paralon dan penampung pakan terbuat dari fibre.

KEUNGGULAN

  1. Sebaran pakan ikan akan merata sehingga ukuran ikan relatif merata
  2. Mengurangi kanibalisme
  3. Pemberian pakan menjadi lebih efisien karena tepat waktu dan tepat jumlah
  4. Penggunaan tenaga kerja menjadi lebih sedikit sehingga biaya produksi lebih rendah
  5. Mudah dioperasikan.
  6. Konsumsi listrik rendah.
  7. Mudah diinstal.
  8. Mudah mengatur waktu dan jumlah pakan.
  9. Refilll / pengisian pakan mudah.


Untuk informasi dan pemesanan lebih dapat menghubungi :
AGUS WIDIYANTO, S.St.Pi
081393100473

AAN SUPRIATNA, S.St.Pi
085718435615 / 085223064238





















Wednesday, January 1, 2014

MENGENAL MULTIMETER / MULTITESTER

Multimeter atau multitester adalah alat pengukur listrik yang sering dikenal sebagai VOM (Volt-Ohm meter) yang dapat mengukur tegangan (voltmeter), hambatan (ohm-meter), maupun arus (amperemeter). Ada dua kategori multimeter: multimeter digital atau DMM (digital multi-meter)(untuk yang baru dan lebih akurat hasil pengukurannya), dan multimeter analog. Masing-masing kategori dapat mengukur listrik AC, maupun listrik DC.

Sebuah multimeter merupakan perangkat genggam yang berguna untuk menemukan kesalahan dan pekerjaan lapangan, maupun perangkat yang dapat mengukur dengan derajat ketepatan yang sangat tinggi.

MACAM - MACAM MULTITESTER

Multitester Digital dan Multitester Analog
BAGIAN - BAGIAN MULTITESTER
1. SCALE
Skala
Skala untuk mengetahui nilai hasil pengukuran. Meliputi skala hambatan, tegangan AC, tegangan DC dan Kuat arus DC.

2. POINTER (JARUM PENUNJUK)
Jarum penunjuk
3. POINTER CALIBRATION SCREW
Pointer Calibration Screw
Untuk mengatur jarum agar menunjuk skala nol sebelum dipakai.

4. OHM CALIBRATION KNOB
Ohm Calibration Knob
Untuk mengatur jarum agar menunjuk skala nol sebelum dipakai pada saat pengukuran hambatan.

5. RANGE SELECTOR
Range Selector
Untuk memilih skala pengukuran baik pengukuran hambatan, tegangan, maupun kuat arus.

6. POSITIVE/NEGATIVE TERMINAL
Positif/negatif terminal
Untuk menghubungkan alat dengan test lead.

7. TEST LEAD RED/BLACK

Untuk menghubungkan alat ukur dengan sesuatu yang akan diukur.

CARA MENGGUNAKANNYA
1.  Mengukur Resistence

  • Pastikan pointer pada posisi “0” jika belum pas atur pointer calibration  screw 
  • Arahkan range selector pada posisi OHM X1
  • Test lead red dan black saling dihubungkan 
  • Jika pointer tidak bisa tepat pada posisi “0” maka gantilah baterry pada yang ada pada multi meter.
  • Arahkan range selector pada posisi OHM X1 / X10 / X100 / X1K
  • Test lead red dan black saling dihubungkan 
  • Atur ohm calibration sampai menunjuk angka “0”
  • Hubungkan test lead pada alat yang akan di ukur.

2. Mengukur Tegangan Searah (DC)
  • Arahkan range selector pada posisi DC Volt pada nilai tertinggi 
  • Hubungkan test lead pada titik yang akan diukur tegangannya sesuai dengan warna. Test lead red untuk positive dan test lead black untuk negative
  • Jika nilai belum terbaca turunkan nilai hingga terbaca nilai tegangan
3. Mengukur Tegangan Bolak – Balik (AC)

  • Arahkan range selector pada posisi AC Volt pada nilai tertinggi 
  • Hubungkan test lead pada titik yang akan diukur tegangannya 
  • Jika nilai belum terbaca turunkan nilai hingga terbaca nilai tegangan 

4. Mengukur Arus Searah

  • Arahkan range selector pada posisi DC mA pada nilai tertinggi 
  • Hubungkan test lead pada titik yang akan diukur tegangannya sesuai dengan warna. Test lead red untuk positive dan test lead black untuk negative
  • Jika nilai belum terbaca turunkan nilai hingga terbaca nilai arusnya

Semoga Bermanfaat...