Showing posts with label Kesehatan ikan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan ikan. Show all posts

Friday, May 8, 2015

Pencegahan Penyebaran Penyakit Ikan

Dalam usaha budidaya ikan air tawar, menjaga ikan agar tetap sehat adalah salah satu kunci sukses budidaya. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk menjaga kekebalan dan daya tahan tubuh ikan, namun pada prinsipnya pencegahan dapat ditinjau berbagai pendekatan lingkungan, inang dan pathogen.
Ikan yang sehat
Upaya pencegahan penyakit ikan dapat dimulai dari induk ikan tersebut dengan cara Membuat program peningkatan kualitas induk melalui seleksi/breeding/transgenik dalam rangka memproduksi induk unggul dan tahan penyakit, serta pemberian suplemen seperti vaksin, imunostimulan, probiotik dan pakan sehat (Vit C, mikronutrien).

Pada benih ikan upaya pencegahan penyakit dapat dilakukan dengan cara pemberian Vaksin, Suplemen serta penaganan/handling yang tepat pada saat pengangkutan, penebaran, pemberian pakan maupun pada saat panen.

Dalam upaya pengendalian penyakit terdapat 2 cara takni secara eksternal/Ofensif dan internal/defensif.

1. Secara Eksternal/Ofensif: Menekan resiko infeksi pathogen
  • Desinfektan
  • Garam krosok
  • Abate
  • Fitofarmaka (daun pepaya, badotan,…)
  • Probiotik (menekan bakteri merugikan): utk lingkungan
2. Secara Internal/Defensif: bertahan (meningkatkan daya tahan/kekebalan tubuh)

  • Vaksin: hydrovac utk Aeromonas hydrophila
  • Vitamin C atau multi vitamin dan mineral
  • Immunostimulan: ragi, chromium yeast, fitofarmaka (bawang putih, meniran, mengkudu)
  • Rekayasa Genetik: gen MHC (Major Histocompatibility Complex) materi genetik spesifik untuk daya tahan terhadap penyakit)
Bahan yang dapat digunakan untuk meningkatkan daya tahan dan kesehatan ikan :

  1. Vaksin : Memberikan kekebalan tubuh melalui pembentukan antibodi spesifik
  2. Imunostimulan : Merangsang kekebalan non-spesifik, misal: aktivitas fagositosis (sel pembunuh kuman)
  3. Vitamin C untuk ikan : Mencegah kelainan tulang pd benih, Meningkatkan ketahanan thd penyakit, Mengurangi pengaruh stress, Mempercepat penyembuhan luka, Mempercepat pertumbuhan.
  4. Probiotik : Meningkatkan kecernaan (daya cerna)

Sumber : Materi Pelatihan Budidaya Perikanan

Semoga Bermanfaat...






Sunday, May 3, 2015

Penyakit Jamur Saprolegnia Pada Ikan

Infeksi jamur pada ikan dalam akuarium biasanya disebabkan oleh jamur dari genus Spaprolegnia dan Achyla. Jamur biasanya hanya akan menyerang jaringan luar tubuh ikan yang rusak sebagai akibat luka atau penyakit lain. Jamur dapat pula menyerang telur ikan. Selain karena luka, kehadiran jamur dapat pula disebabkan atau dipicu oleh kondisi air akuarium yang buruk, baik secara fisik maupun kimia. Ikan-ikan berusia tua diketahui sangat rentan terhadap infeksi jamur. Pada saat ini, dengan banyaknya fungisida (obat anti jamur), maka serangan jamur sedikit banyak akan dapat ditangani dengan lebih mudah.
Saprolegnia
Ikan yang terserang jamur Saprolegnia

Deskripsi umum :
Achlya sp. dan Saprolegnia sp. dapat menginfeksi telur dan ikan.

Gejala Klinis :
  • Adanya hypha (benang-benang putih/coklat seperti kapas)
  • Terjadi pada ikan yang terluka atau telur

Sumber : Materi pelatihan budidaya perikanan

Semoga bermanfaat...

Thursday, April 16, 2015

Penyakit Bakterial Pada Ikan

Bakteri merupakan mikroorganisme yang berukuran sangat kecil. Di lingkungan budidaya biasanya melayang bebas di air, menempel pada jaring, tumbuhan dan binatang air.
Salah satu ikan yang terkena serangan bakteri
Penyebab Penyakit Bakterial :
  • Stress karena kepadatan, mutu pakan dan kondisi air kurang baik
  • Luka akibat infeksi parasit
  • Polusi bahan organik dan sirkulasi air kurang memadai
  • Luka fisik selama pengangkutan

Gejala Klinis Ikan Terserang Penyakit Bakterial :
  • Gerakan ikan lemah
  • Produksi lendir berkurang setelah ikan yang terinfeksi mengeluarkan lendir yang berlebihan
  • Timbul  pendarahan pada tempat infeksi
  • Luka (ulcer) pada tempat infeksi
  • Beberapa bakteri menyebabkan rontok pada insang dan sirip
  • Timbul Ascites (semacam benjolan)
  • Bengkak pada perut dan mengeluarkan cairan kuning darah  (dropsy)
  • Mata menonjol (exophthalmos)

Beberapa jenis penyakit pada ikan yang disebabkan oleh bakteri :

1. Penyakit yang disebabkan oleh Aeromonas hydrophila
Penyakit yang disebabkan oleh bakteri ini sangat berbahaya karena  dapat menginfeksi semua jenis ikan air tawar. Infeksi biasanya berkaitan dengan kondisi stress akibat: kepadatan, malnutrisi, penanganan, infeksi parasit, air lewat subur, oksigen rendah, kualitas air yang buruk, fluktuasi suhu air yang ekstrim, dll.

Serangan bersifat akut, dan apabila kondisi lingkungan terus merosot, kematian yang ditimbulkan bisa mencapai 100%

Ikan yang terserang penyakit Aeromonas
Deskripsi umum :
Biasanya diawali dengan luka karena penanganan dan kondisi kualitas air

Gejala klinis :
  • Borok (ulcer)
Ikan yang mengalami borok akibat bakteri Aeromonas













  • Dropsy/kembung
Ikan yang mengalami kembung akibat bakteri Aeromonas












  • Iritasi sirip
Ikan yang mengalami iritasi sirip akibat bakteri Aeromonas







  • Sisik menguak

Pengendalian :
  • Immunostimulan
  • Desinfektan
  • Vaksinasi

2. Penyakit yang disebabkan oleh Edwardsiella ictaluri
Ikan yang terserang bakteri Edwardsiella ictaluri
Gejala Klinis :
  • Tubuh lemah
  • Menggantung di permukaan
  • Gerakan memutar

Pengendalian :
  • Immunostimulan
  • Pengapuran (50-100 gr/m2) pada saat persiapan lahan

3. Penyakit yang disebabkan oleh Streptococcus sp

Ikan yang terkena serangan bakteri Strptococcus sp
Gejala Klinis :

  • Mata menonjol
  • Warna tubuh hitam/melanosis
  • Gerakan memutar

Pengendalian :
  • Immunostimulan
  • Desinfektan Vaksinasi

Sumber : Materi Pelatihan Budidaya Perikanan

Semoga Bermanfaat...




























Monday, April 13, 2015

Penyakit Parasit Pada Ikan (2)

4. Penyakit ikan yang disebabkan oleh Lernaea sp



Lernaea sp
Deskripsi umum :

  • Dapat dilihat secara visual menempel pada ikan
  • Bentuk seperti jarum dengan kait yang menancap pada daging
  • Berkembang biak dengan cara bertelur

Tanda Penyakit :

  • Pada ikan yang terserang, terlihat ada jarum di permukaan tubuhnya
  • Kurang nafsu makan, daya tahan tubuh menurun
  • Pendarahan pada lokasi infeksi

Ikan yang terserang Lernaea sp
Pengendalian :
Pencegahan dengan cara penyemprotan kolam

5. Penyakit ikan yang disebabkan oleh Argulus sp
Argulus sp

Deskripsi Umum :

  • Dikenal dengan nama Kutu Ikan
  • Bentuk bulat 
  • Menempel pada tubuh inang

Tanda Penyakit :

  • Terlihat secara visual menempel pada permukaan tubuh ikan
  • Bekas gigitan terjadi pendarahan dan sisik terkelupas
Ikan yang terserang Argulus sp
Pengendalian :


  • Filterisasi
  • Abate : 10 gram/100 liter air

6. Penyakit ikan yang disebabkan oleh Oodinium sp

Oodinium sp
Deskripsi umum :

  • Bentuk bulat atau lonjong
  • Diameter: 20-100 um
  • Menginfeksi permukaan tubuh dan insang

Tanda Penyakit :

  • Kerusakan pada kulit
  • Kehilangan warna tubuh
  • Pendarahan dan peradangan

Pengendalian :
Garam 1.000-2.000 ppm-24 jamv (1.000-2.000 gr/1 m3 air)

7. Penyakit ikan yang disebabkan oleh Myxosporea
Myxospora

Beberapa jenis Myxosporea yang menyerang ikan air tawar Myxobolus koi, Myxobolus artus dan Thellohanellus sp.

Deskripsi umum :

  • Menginfeksi insang (M.koi dan Thellohanellus) dan daging (M. artus).
  • Termasuk jenis protozoa yang berspora

Pengendalian :
Pencegahan dengan pengapuran

Sumber : materi pelatihan budidaya ikan

Semoga Bermanfaat...




























Sunday, March 22, 2015

Faktor Pemicu Ikan Sakit

Penyakit ikan merupakan salah satu faktor pembatas terpenting dalam budidaya ikan, yang juga bisa mengancam kelestarian sumberdaya perikanan. Kejadian penyakit ditentukan oleh kesehatan ikan, adanya patogen serta lingkungan.

Dalam budidaya ikan kita pasti banyak menemui hambatan penyakit yang menyerang ikan budidaya yang tentunya berbagai macam penyebabnya, hal tersebut perlu di perhatikan dan di amati darimana penyebab penyakit itu terjadi dan menyebar serta cara penangan yang tepat seperti apa. 

Penyakit ikan adalah suatu keadaan fisik, morfologi, dan atau fungsi yang mengalami perubahan dari kondisi normal karena berbagai penyebab, baik internal ataupun eksternal.
Salah satu contoh ikan yang terserang penyakit
Diagaram Hubungan Antara Inang , Patogen dan Lingkungan 
Penyakit terjadi apabila ketiga faktor diatas (inang, lingkungan, dan pathogen) tidak dalam keadaan seimbang.
Keterangan :
  • Inang : Ikan yang dibudidayakan
  • Lingkungan : Tanah, air, dan udara
  • Pathogen : Organisme penyebab penyakit


Mekanisme Terjadinya Penyakit
Urutan terjadinya ikan sakit
  • Timbulnya serangan penyakit itu merupakan hasil dari interaksi yang tidak serasi antara lingkungan, ikan, dan jasad/ organisme penyakit.
  • Interaksi yang tidak serasi ini menyebabkan stress pada ikan, sehingga mekanisme pertahanan diri yang dimilikinya menjadi lemah dan akhirnya mudah diserang penyakit.

Faktor yang memicu terjadinya penyakit ikan antara lain sebagai berikut :
  • Stress
  • Pemberian pakan yang berlebihan
  • Keracunan (Kualitas air buruk)
  • Lukan, memaratau iritasi pada tubuh ikan

Penularan Penyakit
  • Penularan secara Vertikal : Ditransfer oleh  induk ke anak melalui sperma atau telur.
  • Penularan secara Horizontal : Melalui air, pakan alami/pakan segar/pakan buatan, organisme lain yang terdapat dalam media pemeliharaan.

Penularan penyakit juga dibedakan menjadi penularan penyakit secara Infeksi dan Non Infeksi:
Bagan penularan penyakit ikan secara Infeksi dan Non infeksi
Bagaimana Cara Mendeteksi Ikan Yang Sakit ??
  • Ikan cenderung naik ke permukaan
  • Operculum (tutup insang) bergerak cepat
  • Berenang lamban
  • Cenderung memisahkan diri
  • Nafsu makan berkurang
  • Menggosok-gosokkan tubuh ke dinding kolam
  • Gerakan memutar: hilang keseimbangan

Gejala Klinis Ikan sakit
  • Warna tubuh abnormal
  • Mata menonjol, sisik terkuak
  • Tubuh kasap
  • Luka/borok di permukaan tubuh
  • Insang rusak
  • Sirip geripis
  • Organ dalam abnormal
  • Tubuh kurus, kepala besar
  • Perut kembung



























Monday, February 2, 2015

Penggunaan Vaksin Pada Ikan

Budidaya ikan tak lepas dari beberapa hambatan yang harus dilalui dan dipecahkan. Salah satu penghambat dalam budidaya perikanan adalah adanya penyakit yang menyerang ikan. Cara penanganan ikan yang sakit (atau pengendalian penyakit) bisa dengan pencegahan maupun pengobatan.

Obat dan antibiotika efektif dalam pengobatan penyakit parasitikdan bakterial, tetapi antibiotika menimbulkan masalah, antara lain resistensi bakteri, residu antibiotika di ikan (untuk keamanan pangan) dan residu antibiotika di perairan yang menyebabkan kerusakan lingkungan. Karena itulah beberapa produk perikanan Indonesia di tolak pasar Uni Eropa karena terdapat residu antibiotik.

Cara yang paling murah dan efisien dalam pengendalian penyakit adalah dengan pencegahan. Mencegah timbulnya penyakit dapat dengan pengelolaan lingkungan, penggunaan pakan yang tepat mutu, tepat jumlah,dan tepat pemberiannya. Salahsatu cara pencegahan yang sekarang sudah mulai diaplikasikan adalah dengan cara menimbulkan kekebalan tubuh.
Gerakan Vaksinasi Ikan
Kekebalan pada ikan dapat ditimbulkan baik dengan menggunakan vaksin maupun dengan menggunakan imunostimulator lain. Prinsip dasar vaksinasi yaitu memasukkan vaksin/antigen kedalam tubuh ikan sehingga antigen tersebut merangsang system imun tubuh ikan untuk memproduksi antibodi(kekebalan specifik). Dengan hanya 1 atau dua kali pemberian vaksin biasanya daya tahan tubuh/kekebalan akan bertahan sampai akhir masa pemeliharaan ikan. Vaksinasi memiliki beberapa keunggulan, yaitumampu menggantikan antibiotik, tidak ada dampak negatifpada ikan, tanpa residu berbahaya, tidak membuat patogen resisten, serta bisa diterima pasar (ekspor). (sumber)

Mengapa VAKSINASI IKAN..??
Dalam budidaya oerikanan faktor yang diperlukan untuk memperoleh kemungkinan pencapaian Survival Rate (SR) tertinggi, yaitu:

  1. Nutrisi yang baik
  2. Benih berkualitas yang baik
  3. Cara penanganan dan budidaya yang baik
  4. Diterapkan manajemen kesehatan
  5. Vaksin merupakan metode terbaik untuk meningkatkan SR dan keuntungan budidaya ikan. 

Apa itu VAKSIN..?
Suatu produk biologi yang terbuat dari mikroorganisme, komponen tersebut yang telah dilemahkan, dimatikan atau direkayasa genetika dan berguna untuk merangsang kekebalan tubuh secara aktiv.

Persyaratan VAKSIN yang ideal
Penggunaan vaksin pada ikan budidaya harus memperhatikan beberapa faktor sehingga dalam penggunaan vaksin akan tepat guna dan manfaat. Adapun persyaratan vaksin yang ideal adalah sebagai berikut :
  1. Aman bagi ikan, lingkungan air dan konsumen
  2. Vaksin harus spesifik untuk pathogen tertentu
  3. Vaksin harus dapat melindungin ikan dalam waktu yang lama minimal satu siklus produksi
  4. Mudah didapat, mudah diterapkan dan ekonomis
  5. Terdaftar di Kementerian Kelautan dan Perikanan

Pertimbangan dalam melakukan VAKSINASI IKAN
  1. Spesies ikan
  2. Status sistem imun
  3. Siklus produksi dan siklus hidup
  4. Penyakit apa yang akan dikendalikan
  5. Kapan wabah penyakit biasa terjadi
  6. Tingkat  teknologi yang diterapkan
  7. Lingkungan (temperature)
  8. Faktor-faktor stress
  9. Nutrisi
Metode VAKSINASI IKAN
  1. Perendaman
  2. Media Pakan
  3. Penyuntikan
Hal-hal yang perlu diketahui saat aplikasi VAKSIN pada ikan, antara lain :
  1. Pemberian vaksin pada ikan melalui teknik yang direkomendasikan misalkan melalui penyuntikan, perendaman atau melalui pakan.
  2. Untuk pemberian vaksin yang memiliki proteksi yang relatif singkat (beberapa hari atau minggu) harus diperlukan vaksinasi ulang (booster).
  3. Pemberian vaksin harus mempertimbangkan umur/ukuran ikan yang rentan terhadap jenis penyakit yang menjadi target untuk dicegah, serta saat/musim muncul penyakit tersebut.
  4. Perhatikan dan ikuti prosedur transportasi, penyimpanan dan pemberian vaksin sesuai dengan yang direkomendasikan.
Beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan VAKSINASI IKAN :
  1. Bila pemberian vaksin melalui perendaman atau pakan sebaiknya ikan telah berumur 1 minggu atau lebih
  2. Pemberian vaksin dengan penyuntikan maka ukuran jarum suntik harus disesuaikan dengan ukuran ikan
  3. Ikan harus dalam kondisi sehat (tidak sakit/stress)
  4. Suhu air relatif hangat (diatas 25ÂșC) karena respon antibodi ikan akan lebih cepat
  5. Air yang digunakan untuk aplikasi vaksin dan pemeliharaan harus bebas dari polutan
Perbandingan Keunggulan dan Kelemahan metode VAKSINASI IKAN


Beberapa VAKSIN IKAN yang digunakan untuk akuakultur di Indonesia














Aplikasi VAKSINASI IKAN
* TEKNIK PERENDAMAN
Penggunaan Vaksin KV3 untuk pencegahan penyakit Koi Herves Virus (KHV)
Vaksin KV3 untuk penyakit Koi Herves Virus
  1. Pilih ikan yang akan divaksin adalah hanya ikan mas yang dalam kondisi sehat, dengan bobot minimal 10 gr/ ekor dan umur minimal 3 bulan sejak menetas.
  2. Jumlah ikan yang akan divaksin sebanyak 250 – 300 Kg atau sekitar 25.000 – 30.000 ekor ( @ 10 gr ) per 100 ml vaksin KV 3 ( per botol ).
  3. Siapkan bak metal/ fiberglass/kolam keramik untuk proses vaksinasi dengan kapasitas  minimal  1500 liter.
  4. Isi dengan  air sumur atau air tampungan hujan ( lebih baik yang sudah diendapkan lebih dahulu ) sebanyak 1000 liter.
  5. Jaga parameter kondisi air dengan kisaran suhu 200C - 250C.
  6. Gunakan aerator, water pump dan es balok jika diperlukan untuk menjaga kestabilan parameter air
  7. Siapkan vaksin KV 3 beku 100 ml di dalam wadah freezer/ ice cooler.
  8. Masukan benih ikan mas yang sudah dipersiapkan untuk divaksin sebanyak 250- 300 Kg atau sekitar  25.000 – 30.000 ekor ( @ 10 gr )  ke dalam bak vaksinasi tersebut.
  9. Pelarutan vaksin dilakukan dengan cara memasukan botol vaksin yang dalam keadaan beku,  lalu buka tutupnya dan langsung masukan ke dalam tangki vaksinasi sambil digoyang2kan hingga larut seluruhnya.
  10. Laksanakan proses vaksinasi selama 45 - 60 menit sejak seluruh vaksin larut.
  11. Jaga parameter kondisi air agar tetap stabil selama proses vaksinasi ( suhu 200C - 250C, kandungan oksigen terlarut 6 ppm, ph 6,8 – 7,4 ).
  12. Setelah selesai proses vaksinasi 45 - 60 menit, pindahkan benih ikan mas  tersebut  ke bak penampungan.
  13. Larutan bekas rendaman masih dapat digunakan 1 kali lagi dengan jumlah ikan yang sama.
Teknik vaksinasi ikan dengan perendaman

* TEKNIK PENYUNTIKAN
Penggunaan Vaksin Anti Aeromonas dan Vaksin Streptococcus
Vaksin untuk Aeromonas

Vaksin 
  1. Teknik ini cocok untuk calon induk atau induk ikan.
  2. Aplikasi dapat dilakukan secara intraperitoneal (i.p)/ bagian perut atau intramuskuler (i.m)/ bagian otot.
  3. Dosis yang diberikan adalah 0.1-0.2 ml/kg bobot ikan.
Pemberian vaksin dengan teknik penyuntikan

* TEKNIK ORAL (PEMBERIAN PAKAN)
Pemberian vaksin dengan teknik oral (pemberian pakan)
  1. Larutkan progol dalam air hangat, 2-3 gr progol dengan 1 gelas air. Fungsinya sebagai perekat.
  2. Campurkan dengan vaksin 3 ml
  3. Campurkan ke dalam pakan untuk 1kg pakan
  4. Dikering anginkan dan siap diberikan ke ikan
  5. Pemberian vaksin melalui pakan dilakukan selama 5 hari berturut-turut

sumber : Astuti, SP. Aplikasi Vaksin. Laboratorium Kesehatan Ikan dan Lingkungan Balai Pengembangan Teknologi Perikanan dan Kelautan

Semoga Bermanfaat...














Sunday, September 14, 2014

Obat Herbal Untuk Ikan

lkan  merupakan  salah  satu  sumber  protein hewani  yang terjangkau  oleh hampir  sebagian besar lapisan  masyarakat.  Selain mengandung banyak asam amino esensial, ikan juga mengandung omega-3, ornega-5  dan omega-6 yang berperan  dalam  mengontrol kadar kolesterol dalam  darah serta  untuk pertumbuhan otak terutama bagi balita dan anak - anak. Peningkatan produksi  pada usaha  budidaya ikan,  diharapakan tidak hanya menjamin ketersediaan sumber protein hewani asal ikan; tetapi sekaligus meningkatkan kesejahteraan seluruh komponen yang terlibat dalam proses produksi, terutama pembudidaya ikan. Namun tujuan dah harapan tersebut sering terkendala oleh masalah penyakit dalam proses produksi yang mengakibatkan penurunan target produksi, kerugian dan bahkan kegagalan usaha budidaya.

Salah satu upaya pencegahan dan pengobatan penyakit ikan bisa menggunakan tanaman obat. Tanaman obat untuk mencegah penyakit ikan termasuk obat yang relatif lebih aman untuk lingkungan dan efektif dalam mengobati penyakit ikan dapat menggunakan bermacam-macam tanaman obat tradisional, banyak sekali jenis tanaman yang mengandung senyawa yang bersifat antimikroba, sejumlah tanaman mengandung senyawa bersifat bakterisidal (pembunuh bakteri), dan bakteristatik (penghambat pertumbuhan bakteri), di samping itu harga nya pun murah serta mudah di dapatkan.

Dari beberapa percobaan fitofarmaka tanaman terbukti manjur dalam mengatasi penyakit ikan gurami antara lain:
  • Menjadi bahan alami pengganti antibiotik untuk pengendali penyakit yang disebabkan bakteri.
  • Ramah terhadap lingkungan, mudah hancur/terurai, dan tidak menyebabkan residu pada ikan dan manusia.
  • Mudah diperoleh dan tersedia cukup banyak, serta harganya yang ekonomis dan cukup murah.


Beberapa tanam obat yang dapat digunakan sebagai pencegahan dan pengobatan penyakit ikan adalah sebagai berikut :
1. Akar Kuning







2. Babandotan







3. Rumput Bermuda







4. Bawang Putih







5. Ciplukan







6. Gadung







7. Gamal/Liridiyah







8. Krokot/Gelang







9. Jambu biji







10. Jintan Hitam







11. Jombang







12. Daun Kelor







13. Ketapang







14. Kipahit







15. Kirinyuh







16. Kucing - Kucingan







17. Kunyit







18. Lampesan







19. Mahkota Dewa







20. Mengkudu







21. Meniran







22. Merica







23. Mimba







24. Mindi







25. Orang - Aring







26. Paci - Paci







27. Rumput Teki







28. Pakis Giwang







Semoga Bermanfaat...